Gelaran Pertamina Grand Prix seri MotoGP 2022 di Indonesia telah usai, namun euforia masih bisa dirasakan. Bahkan mungkin ada sebagian yang memiliki pertanyaan seputar event motor nomor satu tersebut, seperti bahan bakar apa yang digunakan motor MotoGP. Mengingat motor MotoGP bisa mencapai kecepatan 360 kilometer per jam, banyak orang yang menganggap motor garang ini menggunakan sejenis bahan bakar jet yang tidak bisa sembarangan dibeli.
Padahal, jenis bahan bakar dengan standar mirip bahan bakar motor MotoGP mudah ditemukan dan bisa ditambahkan ke tangki motor Anda, lho. Nah, untuk berhenti bertanya-tanya, berikut 4 fakta yang perlu Anda ketahui tentang bahan bakar motor MotoGP.
1. Pertama-tama, perlu Anda ketahui bahwa MotoGP memiliki regulasi bahan bakar yang ketat
Memang, bahan bakar untuk motor MotoGP tidak bersifat opsional. Di sini, Dorna Sports selaku otoritas penyelenggara ajang MotoGP memiliki sederet regulasi ketat terkait bahan bakar, antara lain pengisian dan penyimpanan bahan bakar, komposisi kimia dan jumlah bahan bakar yang diperbolehkan di dalam tangki bahan bakar.
Terkait jumlah bahan bakar yang diperbolehkan di dalam tangki bahan bakar, motor MotoGP hanya boleh dibekali bahan bakar maksimal 22 liter per balapan. Aturan ini cukup menantang bagi pembalap. Mereka harus bisa mengendarai sepeda motor seefisien mungkin untuk menyelesaikan balapan, karena pengisian bahan bakar tidak diperbolehkan di tengah balapan.
2. Sepeda motor MotoGP harus menggunakan bahan bakar tanpa timbal
Tidak hanya untuk motor MotoGP saja, semua jenis kendaraan dihimbau untuk menggunakan bahan bakar tanpa timbal. Di Indonesia, peraturan ini sudah diterapkan sejak tahun 2006. Timbal adalah aditif yang digunakan untuk meningkatkan nilai oktan bahan bakar.
Nah, menggunakan bahan bakar tanpa timbal berdampak buruk bagi lingkungan. Sisa proses pembakaran mencemari udara, yang dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan. Selain itu, teknologi catalytic converter yang digunakan untuk menurunkan kadar racun yang terkandung dalam knalpot mobil tidak bekerja maksimal pada bahan bakar bertimbal.
Jadi, MotoGP mensyaratkan penggunaan bahan bakar tanpa timbal, salah satunya untuk alasan lingkungan. Fokus MotoGP pada lingkungan tidak hanya melalui kebijakan bahan bakar tanpa timbal. Pada 2027, MotoGP akan membuka jalan untuk dijalankan dengan bahan bakar non-fosil.
3. Bahan bakar yang digunakan memegang skor oktan pada kisaran 95-102
Dorna menetapkan bahan bakar MotoGP ke peringkat oktan minimum 95 dan peringkat oktan maksimum 102. Nilai minimum ini ditetapkan untuk memastikan bahan bakar bebas timbal, sedangkan nilai maksimum ditetapkan untuk menjaga performa dan daya tahan mesin.
Penting untuk dicatat bahwa semakin tinggi angka oktan bahan bakar, semakin lambat proses pembakarannya karena tingginya kompresi yang dibutuhkan oleh mesin. Akibatnya, panas dan tekanan mesin juga meningkat.
Jadi kalau bicara soal aturan oktan, bahan bakar MotoGP sebenarnya memiliki standar yang sama dengan bahan bakar premium Pertamina yang bisa Anda temukan di SPBU terdekat.
Sebagai contoh, nilai oktan Pertamax Turbo berada pada kisaran yang ditentukan Dorna, yakni 98. Selain itu, bahan bakar seri Pertamax lainnya yaitu Pertamax juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kendaraan Anda untuk menghasilkan performa mesin yang prima.
Memiliki lini produk yang mampu menghasilkan performa mesin setangguh motor MotoGP menjadi salah satu alasan mengapa Pertamina hadir untuk mendukung penuh suksesnya Pertamina Grand Prix (alias MotoGP 2022) yang digelar 18-20 Maret lalu.
Di sini, Pertamina ingin menegaskan kembali posisinya sebagai penyedia energi yang setara dengan perusahaan energi lain berskala global dalam menyediakan energi terbaik untuk setiap kebutuhan.
Sebelumnya, Pertamina juga sangat dekat dengan dunia balap dengan pelumas Pertamax Turbo dan Pertamina Enduro. Kedua produk ini telah lama mendukung industri olahraga motor Indonesia.
Nah, dengan mendukung Pertamina Grand Prix di Indonesia, Pertamina juga ingin memaksimalkan potensi pengembangan bisnis aspal, event energi baru terbarukan dan tak ketinggalan mengoptimalkan penggunaan aplikasi MyPertamina, misalnya untuk penjualan tiket MotoGP 2022. .
Kampanye energi baru terbarukan Pertamina sejalan dengan target bauran energi Pertamina, dimana penggunaan energi baru terbarukan ditargetkan sebesar 17% dari total bauran energi pada tahun 2030.
4. Pilihan pemasok bahan bakar gratis untuk tim MotoGP
Berbeda dengan kelas Moto2 dan Moto3 yang menggunakan bahan bakar dari satu pemasok, untuk MotoGP, Dorna memperbolehkan setiap tim MotoGP untuk memilih pemasok bahan bakarnya, asalkan sesuai dengan aturan dan ketentuan yang telah ditetapkan. Selain itu, akan ada tes terkait bahan bakar yang dipilih masing-masing tim.
Nah, 4 fakta bahan bakar motor MotoGP ini bisa menjawab rasa penasaran Anda. Secara umum, bensin yang dijual di SPBU memang berbeda dengan bahan bakar yang digunakan motor MotoGP. Namun, kualitas bensin yang bisa Anda dapatkan di SPBU Pertamina seperti jajaran Pertamax yang mengutamakan kualitas terbaik bisa mengoptimalkan performa mesin kendaraan Anda sekuat motor MotoGP.